Minggu, 20 November 2011

peran pupuk NPK

No. O 1/LPTP/IRJAl99-00
PERANAN PUPUK NPK
PADA TANAMAN PADI
Disusun oleh:
Abdul Wahid Rauf
Syamsuddin. T
Sri Rahayu Sihombing
DEPARTEMEN PERTANIAN
BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN
Loka Pengkajian Teknologi Pertanian Koya Barat
Irian Jaya - 2000

KATA PENGANTAR
Guna menunjang usaha pengembangan tanaman pangan di Irian Jaya,
khususnya padi LPTP Koya Barat telah melaksanakan pengkajian di beberapa
wilayah di Irian Jaya sehubungan dengan hat tersebut.
Penyebaran brosur ini dimaksudkan untuk menyediakan hasil-hasil pengkajian,
sebagai upaya LIMA menyediakan bahan Informasi yang lebih spesifik lokasi.
Akhir-nya diharapkan brosur ini dapat dimanfaatkan oleh rekan-rekan penyuluh
sebagai acuan bagi penyusunan materi penyuluhan yang berkaitan dengan
Peranan Pupuk NPK pada tanaman Padi.
Teknologi selalu berkembang, karena itu umpan batik dari penerapan teknologi ini
sangat kami harapkan agar selalu dihasilkan teknologi yang lebih tepat guna bagi
petani di masa mendatang
Jayapura, Maret 2000
Kepala LPTP,
Ir. M. Zain Kanro, NIS
NIP. 080 044 028


DAFTAR ISI
Halaman
Kata Pengantar . ..................................................................................................... i
Daftar Isi ............................................................................................................... ii
Pendahuluan . ...................................................................................................... 1
Peranan N. P dan K Pada Padi . ...................................................................... 2
Pentingnya Pemupukan Secara Berimbang .................................................. 5
Waktu Pemberian Pupuk . ................................................................................. 6
Cara Aplikasi Pupuk ........................................................................................... 7
Analisa Ekonomi ................................................................................................. 9


PENDAHULUAN
Usaha pengembangan tanaman pangan di Irian Jaya, khususnya padi
terkonsentrasi pada tiga kabupaten sentra pengembangan, yaitu kabupaten
Merauke, Manokwari, dan Jayapura, yang merupakan daerah pemasok pangan
ke kabupaten lainnya di Irian Jaya. Dengan demikian diharapkan produksi dan
produktivitas padi di daerah ini tetap meningkat, baik dari segi kuantitas maupun
kualitas serta dapat meminimalkan pasokan beras dari luar Irian Jaya.
Ketiga daerah sentra pengembangan padi tersebut diatas, bukan berarti tidak
mengalami hambatan baik dari segi teknis maupun non teknis dalam kaitannya
dengan peningkatan produksi. Aspek teknis yang menjadi masalah utama adalah
kondisi agro-ekosistem, dimana ketiga daerah pengembangan padi tersebut
umumnya berada pada daerah zone ekologi/ sub wilayah fluxial, yaitu berada
pada muka air tanah yang sangat dangkal dan berrawa. Pada kondisi lahan
seperti ini diperhadapkan kepada berbagai kendala seperti kemasaman tanah
yang tinggi, kurang tersedianya unsur hara makro seperti N, P dan K yang sangat
dibutuhkan oleh tanaman dan meningkatnya konsentrasi AI, Fe dan Mn dalam
tanah yang dapat meracuni tanaman.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi kurangnya unsur
hara tersebut adalah pemberian pupuk anorganik seperti Urea, TSP/SP-36 dan
KCI, yang sangat nyata pengaruhnya terhadap tanaman, utamanya pupuk urea,
sehingga petani lebih cenderung menggunakan pupuk Urea dibandingkan dengan
TSP dan KCI.
Dengan cara seperti demikian produksi padi secara optimal sulit dicapai, karena
kondisi lahan tetap kekurangan unsur P dan K terus berlanjut. Khususnya K
disamping mudah terurai dalam tanah juga banyak terangkut oleh tanaman waktu
panen, sehingga mutlak adanya penambahan unsur ini setiap saat atau setiap
musim tanam.
Pemupukan secara berimbang utamanya keseimbangan antar pupuk Urea, TSP/
SP-36 dan KCL pada sentra pengembangan padi di Irian Jaya, perlu
dilaksanakan dan diinformasikan kepada petani, karena umumnya petani hanya
menggunakan Urea saja, dengan alasan atau pertimbangan ekonomi tanpa
memperhatikan aspek produksi dan produktivitas tanaman.
Peranan N,P dan K pada Padi
Ketiga unsur ini mempunyai peran yang sangat penting terhadap pertumbuhan
dan produksi tanaman, dimana ketiga unsur ini saling berinteraksi satu sama lain
dalam menunjang pertumbuhan tanaman, unsur nitrogen dapat diperoleh dari
pupuk Urea dan ZA. unsur P dari pupuk TSP/SP-36, sedangkan K dalam KCI dan
ZK.
Peranan Nitrogen
Unsur N adalah merupakan unsur yang cepat kelihatan pengaruhnya terhadap
tanaman. Peran utama unsur ini adalah :
- Merangsang pertumbuhan vegetatif (batang dan daun).
- Meningkatkan jumlah anakan
- Meningkatkan jumlah bulir/ rumpun
Kurang unsur N menyebabkan:
- Pertumbuhannya kerdil
- Daun tampak kekuning-kuningan
- Sistem perakaran terbatas
Kelebihan unsur N menyebabkan tanaman:
- Pertumbuhan vegetatif memanjang (lambat panen)
- Mudah rebah
- Menurunkan kualitas bulir.
- Respon terhadap serangan hama/ penyakit.
Peranan Posfor
Secara detail fungsi posfor dalam pertumbuhan tanaman sukar di utarakan,
namun demikian fungsi-fungsi utama posfor dalam pertumbuhan tanaman adalah
sebagai berikut :
- Memacu terbentuknya bunga, bulir pada malai
- Menurunkan aborsitas
- Perkembangan akar halus dan akar rambut
- Memperkuat jerami sehingga tidak mudah rebah
- Memperbaiki kualitas gabah
Kekurangan posfor menyebabkan tanaman
- Pertumbuhan kerdil
- Jumlah anakan sedikit w
- Daun meruncing berwarna hijau gelap
Peranan Kalium
Kalium merupakan satu-satunya kation monovalen yang esensial bagi tanaman.
Peranan utama kalium dalam tanaman ialah sebagai aktivator berbagai enzim.
Dengan adanya kalium yang tersedia dalam tanah menyebabkan:
- Ketegaran tanaman terjamin
- Merangsang pertumbuhan akar
- Tanaman lebih tahan terhadap hama dan penyakit
- Memperbaiki kualitas bulir
- Dapat mengurangi pengaruh kematangan yang dipercepat oleh posfor
- Mampu mengatasi kekurangan air pada tingkat tertentu
Kekurangan Kalium menyebabkan :
- Pertumbuhan kerdil
- Daun kelihatan kering dan terbakar pada sisi-sisinya.
- Menghambat pembentukan hidrat arang pada biji.
- Permukaan daun memperlihatkan gejala klorotik yang tidak merata
- Munculnya bercak coklat mirip gejala penyakit pada bagian yang berwarna
hijau gelap.
Kelebihan kalium dapat menyebabkan daun cepat menua sebagai akibat kadar
magnesium daun dapat menurun, kadang-kadang menjadi tingkat terendah
sehingga aktifitas fotosintesa terganggu.
Pentingnya Pemupukan Secara Berimbang
Pemupukan secara berimbang utamanya keseimbangan antara Urea, SP - 36/
TSP dan KCI yang harus diberikan tergantung pada keadaan tanah. Unsur utama
yang terkandung dalam pupuk ini bila digunakan secara tepat tidak saja mengendalikan,
mengimbangi, mendukung dan saling mengisi satu, sama lain diantara
ketiga. jenis pupuk ini, akan tetapi juga dengan unsur-unsur lainnya. Hal ini
sangat penting karena ada keterkaitan ekonomi dan efektivitan pemupukan.
Pupuk yang diberikan merupakan tambahan bagi unsur yang sudah ada dalam
tanah, sehingga jumlah nitrogen, posfor dan kalium yang tersedia bagi tanaman
berada dalam perbandingan yang tepat.
Pada waktu bersamaan ketersediaan unsur penting (esensial) lainnya juga harus
dalam keadaan optimal. Sebagai contoh apabila pemupukan padi hanya dipupuk
dengan urea saja, kelihatannya sangat cepat dan rimbun akan tetapi sangat
lemah sehingga mudah rebate dan tidak tahan, terhadap serangan hama dan
penyakit. Demikian pula sebaliknya apabila hanya dipupuk TSP/SP-36 atau KCI
saja pupuk ini tidak akan berpengaruh optimal terhadap pertumbuhan dan
produksi tanaman. Pada prinsipnya keseimbangan hara atau kesuburan secara
menyeluruh harus sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan
tanaman yang lebat dan normal.
Waktu Pemberian Pupuk N, P dan K
Waktu pemberian pupuk disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan tanaman dan
jenis pupuk yang akan menjamin untuk optimalnya penyerapan unsur pupuk
tersebut oleh tanaman. Pemberian pupuk TSP / SP-36 umumnya diberikan
bersamaan tanam, sedangkan Urea diberikan dua kali yaitu ½ dosis saat tanam
(satu minggu setelah tanam) ½ dosis 35 hari setelah tanam (saat tanaman aktif).
Pemberian pupuk KCL, pads prinsipnya pemberian lebih sedikit tetapi lebih
sering, itu lebih baik, dibandingkan dengan pemberian dalam jumlah banyak tapi
diberikan sekaligus.
Untuk menjamin efektifnya penyerapan unsur hara dari pupuk KCL, maka
pemberiannya disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan tanaman padi yaitu 1/3
dosis 1 minggu setelah tanam, 1/3 dosis 35 hari setelah tanam (saat anakan aktif)
dan 1/3 dosis 55 hari setelah tanam saat primordia).
Cara Aplikasi Pupuk
Pemupukan dilakukan secara manual dengan sebar atau hambur merata pada
areal tanaman. Untuk aplikasi pupuk urea dan KCL pada waktu yang bersamaan
dapat dicampur secara merata sebelum diaflikasikan dan setelah dicampur harus
segera ditabur, tidak boleh disimpan terlalu lama.
Hasil penelitian penggunaan Urea, SP-36 dan KCL yang dilakukan di Koya Timur
MH. 1998 /1999 menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk urea, SP - 36 dan KCL
(200 kg/ha,150 kg/ha) memberikan hasil tertinggi, yaitu 6,66 ton/ ha pada varietas
Membramo (A. Wahid Rauf at. al, 1998). Mengenai efisiensi fisik dan ekonomi
dari pemberian pupuk tersebut dapat dilihat pada tabel I.
Tabel 1 Produksi dan efisiensi pupuk urea, SP-36, KCL
di Koya Timur MT. 1998/ 1999.
Dosis Pupuk KCL (Kg/ ha)
100 150 200
Dosis
Pupuk
(Kg/ ha)
Prod Eff. Prod Eff. Prod Eff.
Urea 100
SP-36 50 4.08 12.5 (6.25) 4.59 11.9(5.4) 4.92 10.9 (4.6)
100 5.09 13.7 (6.25) 4.95 11.0(5.1) 5.57 11.0 (4.2)
150 4.64 10.0 (5.00) 4.35 7.8 (3.4) 4.81 9.5 (4.2)
Urea 150
SP-36 50 5.10 13.7 (7.20) 5.14 11.6(5.5) 5.60 11.1(5.0)
100 5.57 12.9 (6.70) 5.81 11.6(5.6) 6.38 11.5 (5.2)
150 5.47 10.8 (5.00) 5.58 9.7 (4.7) 5.85 9.1 (4.1)
Urea 200
SP-36 50 5.27 12.6 (6.80) 5.27 10.2(5.1) 5.20 8.8 (4.1)
100 5.33 10.4 (5.60) 5.76 10.1(5.1) 6.66 10.8 (5.1)
150 5.14 8.7 (4.60) 5.04 7.5 (3.8) 5.14 6 9 (3.2)
Prod = Produksi (ton/ ha)
Eff = Efesiensi fisik (Angka dalam kurung menunjukkan efesiensi ekonomi)
Sumber : A. Wahid Rauf et. al. (1998).
Pada Tabel tersebut diatas menunjukkan bahwa penggunaan pupuk dengan
kombinasi Urea 200 Kg/ha, SP-36 100 kg/ha dan KCL 150/ha dapat
meningkatkan hasil padi 6,66 ton/ha, dengan efesiensi fisik cukup tinggi yaitu 10,8
kg gabah kering/kg. Kombinasi pupuk dengan efesiensi ekonomi 5,1 artinya
setiap keluaran satu unit bagi penggunaan pupuk N,P,K dapat memberikan
penghasilan sebesar 5 unit.
Analisa Ekonomi
Hasil Analisa ekonomi pada tabel 2 berikut ini menunjukkan bahwa dengan
penggunaan dosis pemupukan 200 kg Urea, 100 kg SP - 36 dan KCL 150 kg/ ha
menghasilkan pendapatan yang tertinggi yaitu Rp. 2.885.000,- dengan catatan
bahwa pemantauan keadaan hama dan penyakit di lapangan harus lebih intensif.
Sedangkan dengan kombinasi pupuk ini merupakan kombinasi yang umum
digunakan oleh petani dengan perolehan pendapatan Rp. 937.000,- dan sebagian
lagi dari petani hanya menggunakan pupuk urea saja dengan dosis 100 kg urea
per hektar dengan pendapatan yang sangat rendah yaitu hanya Rp. 199.500,-
Tabel 2. Analisa Ekonomi Penggunaan Kombinasi N,P,K
di Koya Timur. MK 1998/ 1999.
Uraian
Sarana produksi
(Rp)
N-P-K
(200-100-150)
N-P-K
(150-75-75)
N-P-K
(150-0-0)
Benih 87.500 87.500 87.500
Pupuk
Urea 300.000 225.000 225.000
SP-36 200.000 150.000 -
KCL 375.000 150.000 -
Pestisida:
Furadan 200.000 150.000 150.000
Akodan 204.000 170.000 170.000
Mipcin 224.000 168.000 168.000
Dharmabas 100.000 - -
Tenaga Kerja
Pengolahan Tanah 400.000 400.000 400.000
Penanaman 250.000 250.000 250.000
Penyiangan 350.000 350.000 350.000
PHT 75.000 50.000 50.000
Panen 350.000 275.000 250.000
Biaya Produksi (Rp) 3.111.500 2.463.000 2.100.500
Produksi (Rp) 6.000.000 3.400.000 2.300.000
Pendapatan (Rp) 2.884.500 937 000 199.000
R/C. 0,92 0,38 0,09
*) Dosis pupuk yang umum digunakan petani
DAFTAR PUSTAKA
----- A. Wahid Rauf, M. N. Noor, Sania Saenong,1998. Pemupukan NPK padi
sawah di Koya Barat. Makalah pada Temu Informasi Teknologi Pertanian, tanggal
27 -28 Mei 1999, di LPTP Koya Barat. Loka Pengkajian Teknologi Pertanian Koya
Barat.
------ Hendi Supriadi, Waluyo, I.W. Supartha, 1995. Pengaruh Pemupukan NPK
Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi di Lahan Rawa Lebak. Dalam Suwhardi,
Arif Musaddad, Trip Alamsyah, Inu. G .Ismail (penyunting). Teknologi Produksi
dah Pengembangan Sistem Usahatani di Lahan Rawa. Proyek Penelitian
Pengembangan Pertanian rawa tengah-ISDP. Bahan Penelitian dan
Pengembangan Petani.
------ Suyanto H.1995. Pemupukan Kalium dan tanah Vertizol. Dalam M. Syam,
Hermanto, Arif Musaddad, Sumhardi (penyunting). Prosiding Simposium
Penelitian Tanaman pangan Ill.
Pupuk dengan kombinasi Urea 200
Kinerja Penelitian Tanaman Pangan (Bulan III). Badan Penelitian dan
Pengembangan Tanaman Pangan.
------ Tejasarwana, 8.1995. Efisiensi dan Penggunaan Pupuk N dan P dengan
Budidaya Padi Sawah, Dalam M. Syam, Hermanto, Arif Musaddad dan Sumhard
(penyunting)._ Prosiding Simposium Penelitian Tanaman Pangan III. Kinerja
Penelitian Tanaman Pangan (Bulan III). Badan Penelitian dan Pengembangan
Pangan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar